TelkomGroup Operasikan Community Gateway Wamena: Backbone Satelit 40 Gbps untuk Digitalisasi Papua Pegunungan
Baca dalam 60 detik
- Main Link Strategis: Berbeda dengan gateway Merauke yang berfungsi sebagai cadangan (backup), infrastruktur di Wamena ditetapkan sebagai tulang punggung utama (main link) konektivitas satelit di wilayah pegunungan.
- Lompatan Kapasitas: Infrastruktur ini siap mendongkrak kapasitas transport data dari semula 7 Gbps menjadi potensi maksimal 40 Gbps guna mendukung stabilitas trafik di Indonesia Timur.
- Ekosistem Terbuka: Mengusung model open access platform, fasilitas ini dapat diutilisasi oleh ISP lokal dan operator lain untuk mempercepat inklusi ekonomi digital secara kolektif.

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya, Telkomsat, resmi mengoperasikan Community Gateway di Stasiun Bumi Sedang Wamena, Papua Pegunungan. Langkah ini menjadi solusi krusial dalam mengatasi kendala geografis ekstrem di wilayah timur melalui pemanfaatan sovereign infrastructure berbasis satelit untuk menjamin keandalan konektivitas nasional.
Pembangunan infrastruktur ini menandai transisi strategi TelkomGroup dari sekadar mitigasi risiko menjadi penguatan kapasitas inti. Sebagai titik distribusi utama di wilayah pegunungan, gateway ini berperan menggantikan keterbatasan jaringan terestrial yang sulit ditembus medan fisik. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Angga Raka Prabowo, menilai proyek ini sebagai prasyarat utama agar masyarakat Papua dapat mengambil peran aktif dalam ekosistem ekonomi digital nasional yang inklusif.
Data Kunci Community Gateway Wamena
- Fungsi Jaringan: Main Link (Tulang Punggung Utama) wilayah Papua Pegunungan.
- Peningkatan Kapasitas: Skalabilitas dari 7 Gbps menuju potensi 40 Gbps.
- Teknologi: Gateway Satelit berstandar internasional dengan performa latensi terkendali.
- Model Bisnis: Open Access Platform untuk operator lain dan ISP lokal.
Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyoroti bahwa kehadiran gateway ini merupakan bentuk pemenuhan hak akses digital bagi warga di wilayah terpencil. Dengan utilisasi jaringan yang sebelumnya telah mencapai ambang batas, peningkatan kapasitas hingga 40 Gbps diharapkan mampu mendukung berbagai layanan publik esensial seperti pendidikan, kesehatan, dan administrasi pemerintahan secara lebih stabil dan adaptif.
| Fitur Infrastruktur | Gateway Merauke | Gateway Wamena |
|---|---|---|
| Status Peran | Backup Link | Main Link |
| Tujuan Utama | Mitigasi Gangguan Terestrial | Penguatan Kapasitas Inti |
| Sifat Platform | Internal TelkomGroup | Open Access (Multi-Operator) |
Ke depan, integrasi teknologi satelit ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi regional di Papua Pegunungan. Dengan ekosistem yang lebih terbuka, persaingan sehat antar penyedia jasa internet lokal diharapkan muncul, sehingga harga akses data menjadi lebih kompetitif bagi masyarakat. TelkomGroup secara konsisten memposisikan diri sebagai agent of development yang tidak hanya mengejar profitabilitas, tetapi juga kedaulatan digital nasional yang merata dari Sabang hingga Merauke.



