Ekspansi ESG Bank Permata: Kredit Hijau Amankan Porsi 18,3% Portofolio di Awal 2026
Baca dalam 60 detik
- Dominasi Berkelanjutan: Bank Permata berhasil mempertahankan kontribusi pembiayaan hijau sebesar 18,3% dari total portofolio kredit per Februari 2026.
- Pertumbuhan Masif: Hingga akhir tahun lalu, penyaluran dana ke sektor ramah lingkungan melonjak 33% (YoY) dengan nilai mencapai Rp30,1 triliun.
- Strategi Inklusif: Ekspansi tidak hanya menyasar proyek korporasi energi terbarukan, tetapi juga merambah segmen ritel melalui pembiayaan kendaraan listrik (EV).

PT Bank Permata Tbk (BNLI) memperkuat posisinya dalam peta perbankan berkelanjutan dengan mengalokasikan hampir seperlima dari total pembiayaannya ke sektor hijau hingga periode Februari 2026.
Langkah strategis Bank Permata dalam mengintegrasikan prinsip *Environmental, Social, and Governance* (ESG) ke dalam inti bisnisnya mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Meskipun porsi kredit hijau mengalami sedikit dinamika—bergerak ke level 18,3% dibandingkan 18,4% pada penutupan tahun lalu—tren jangka panjang menunjukkan akselerasi yang kuat. Emiten berkode BNLI ini mencatatkan kenaikan volume pembiayaan hijau sebesar 33% secara tahunan pada akhir 2025, sebuah sinyal bahwa permintaan pasar terhadap modal ramah lingkungan terus mengalami *update* positif.
Dalam implementasinya, Bank Permata menerapkan protokol uji tuntas (*due diligence*) yang sangat ketat untuk memastikan dana tersalurkan pada sektor yang tepat. Perusahaan kini lebih selektif dan melakukan pembatasan pada industri dengan emisi karbon tinggi. Fokus utama penyaluran dana diarahkan pada Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL), yang mencakup instalasi energi baru terbarukan (EBT), sistem pengendalian polusi, hingga manajemen sumber daya alam yang lestari. Langkah ini dinilai sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi sekaligus upaya mitigasi risiko perubahan iklim yang mulai diantisipasi oleh industri keuangan global.
- Porsi Kredit Hijau: 18,3% dari total portofolio (Per Februari 2026).
- Total Nilai (Des 2025): Rp30,1 Triliun (Tumbuh 33% YoY).
- Sektor Prioritas: Energi terbarukan, pengelolaan lahan, dan kontrol emisi.
- Lini Konsumer: Kredit Multiguna Hijau difokuskan pada adopsi kendaraan listrik.
Tak hanya menyasar sektor korporasi besar, Bank Permata turut melakukan penetrasi pada pasar ritel guna mendukung perubahan gaya hidup masyarakat. Melalui produk multiguna hijau, perbankan berupaya memfasilitasi kebutuhan nasabah akan mobilitas ramah lingkungan melalui pembiayaan kendaraan listrik (EV). Duel antara kebutuhan pertumbuhan profitabilitas dan tanggung jawab ekologi ini dijawab dengan optimisme bahwa ekosistem bisnis nasional akan semakin condong ke arah ekonomi rendah karbon, didukung oleh kebijakan pemerintah yang kian suportif.
| Metrik Pembiayaan | Desember 2025 | Februari 2026 | Pertumbuhan / Porsi |
|---|---|---|---|
| Total Kredit Hijau | Rp30,1 Triliun | - | +33% (YoY) |
| Porsi dalam Portofolio | 18,4% | 18,3% | Stabil |
| Fokus Utama | KUBL & Korporasi | KUBL & Konsumer EV | Sustain |
Menatap sisa tahun 2026, prospek penyaluran kredit berkelanjutan diproyeksikan akan terus bertumbuh seiring dengan meningkatnya *awareness* pelaku usaha terhadap standarisasi operasional hijau. Bank Permata berambisi untuk terus melakukan *fight* dalam memperlebar pangsa pasar di sektor ramah lingkungan, sembari memastikan setiap rupiah yang disalurkan berkontribusi pada target pengurangan emisi nasional. Sinergi antara dukungan regulasi dan kesiapan pasar akan menjadi kunci utama BNLI dalam mempertahankan dominasinya di sektor pembiayaan ESG.



