Anthropic Tingkatkan Batas Penggunaan Claude Code Melalui Kesepakatan Superkomputer dengan SpaceX
Baca dalam 60 detik
- Anthropic bekerja sama dengan SpaceX untuk menggunakan superkomputer Colossus 1 di Memphis.
- Batas penggunaan Claude Code dan API Opus resmi ditingkatkan bagi pelanggan Pro dan Max.
- Kedua perusahaan mengeksplorasi potensi pusat data di luar angkasa (orbital) untuk mendukung kebutuhan AI masa depan.

Dalam konferensi pengembang Code with Claude pada Rabu (6/5/2026), Anthropic mengumumkan kerja sama strategis dengan SpaceX. Kesepakatan ini memungkinkan Anthropic menggunakan seluruh kapasitas komputasi di pusat data Memphis, Tennessee, milik SpaceX untuk mendukung operasional AI mereka.
Detail Peningkatan Layanan:
- Batas Penggunaan: Anthropic melipatgandakan batas waktu penggunaan Claude Code dalam jendela lima jam bagi pelanggan paket Pro dan Max.
- Penghapusan Batasan: Pengurangan batas penggunaan pada jam sibuk (peak-hours) resmi dihapuskan untuk pemegang akun tersebut.
- Upgrade API: Batas API untuk model unggulan Opus juga ditingkatkan secara signifikan per 6 Mei 2026.
Infrastruktur Superkomputer Colossus 1
Inti dari kesepakatan ini adalah akses Anthropic ke superkomputer Colossus 1 yang memiliki spesifikasi luar biasa.
| Komponen Utama | Spesifikasi / Detail |
|---|---|
| Kapasitas Daya | Lebih dari 300 Megawatt kapasitas komputasi baru. |
| Akselerator GPU | 220.000+ unit NVIDIA (termasuk seri H100, H200, dan GB200 generasi terbaru). |
| Rencana Masa Depan | Eksplorasi pusat data orbital (di luar angkasa) untuk mengatasi kendala daya dan pendinginan di bumi. |
"Komputasi yang dibutuhkan untuk melatih dan mengoperasikan sistem generasi berikutnya melampaui apa yang dapat disediakan oleh daya, lahan, dan pendinginan terestrial dalam lini masa yang penting," ungkap perwakilan Anthropic.
Langkah ini cukup mengejutkan mengingat hubungan historis yang kurang harmonis antara Elon Musk (pemilik SpaceX) dan Anthropic. Namun, kemitraan ini menjadi sinyal kuat bahwa kebutuhan akan daya komputasi yang masif memaksa perusahaan teknologi untuk mengesampingkan perbedaan demi kemajuan AI generasi berikutnya.



