Google Tegaskan Tidak Akan Meniru Desain "Liquid Glass" Apple pada Ekosistem Android
Baca dalam 60 detik
- Google menolak untuk mengadopsi desain transparan "Liquid Glass" milik Apple ke Android.
- Fokus utama Google tetap pada pengembangan Material Design yang mengutamakan kegunaan dan keterbacaan.
- Produsen Android lain seperti Oppo dan Samsung justru terlihat mulai mengikuti tren estetika kaca milik Apple.

Presiden Ekosistem Android di Google, Sameer Samat, secara tegas menyatakan bahwa Google tidak memiliki rencana untuk mengadopsi bahasa desain Liquid Glass milik Apple ke dalam perangkat Pixel maupun sistem operasi Android murni.
Sikap Google terhadap Tren Desain:
- Penolakan Liquid Glass: Menanggapi gambar konsep bergaya Apple di platform X, Samat menyatakan efek transparansi tersebut "tidak akan terjadi" di Android.
- Fokus Material Design: Google memilih untuk tetap setia pada Material Design, khususnya evolusi Material 3 Expressive yang lebih mengutamakan keterbacaan dan tata letak adaptif.
- Kontroversi iOS 26: Desain Liquid Glass pada iOS 26 milik Apple dinilai cukup memecah opini publik karena dianggap terlalu ramai dan mengganggu keterbacaan antarmuka.
Dinamika Pasar Android
Meskipun Google menolak, beberapa produsen ponsel Android lainnya justru mulai mengadopsi elemen visual yang menyerupai gaya desain Apple.
| Merek | Kecenderungan Desain |
|---|---|
| Samsung, Xiaomi, OnePlus | Mulai memperkenalkan elemen kaca, menu mengambang, dan panel translusen. |
| Oppo (ColorOS) | Menggunakan efek frosted dan animasi berlapis yang sangat dekat dengan estetika Apple. |
| Google (Android 17) | Rumor menyebut akan menambah efek blur, namun tanpa mengubah struktur ikon dan lapisan sistem secara drastis. |
"Liquid Glass tidak akan terjadi di Android," tegas Sameer Samat, menandakan komitmen Google untuk menjaga identitas desain aslinya yang berfokus pada fungsionalitas.
Google diharapkan akan mengungkap lebih banyak detail mengenai masa depan Android dalam acara The Android Show pada 12 Mei 2026 mendatang. Meskipun ada tekanan tren pasar, Google tampaknya lebih memilih jalur desain yang bersih dan navigasi yang jelas daripada estetika dekoratif yang dianggap berlebihan oleh sebagian pengguna.



