Google Tanggapi Kritik Instalasi "Diam-diam" Gemini Nano di Chrome, Namun Abaikan Isu Izin Pengguna
Baca dalam 60 detik
- Google Chrome secara otomatis mengunduh model AI Gemini Nano sebesar 4GB tanpa izin eksplisit pengguna.
- VP Chrome menyatakan AI lokal penting untuk keamanan, namun dikritik karena memakan kuota dan penyimpanan tanpa fungsi yang jelas bagi pengguna awam.
- Pengguna hanya bisa menghentikan pengunduhan ulang otomatis dengan menonaktifkan fitur tersebut melalui pengaturan spesifik.

Pihak Google Chrome akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait praktik pengunduhan otomatis model AI Gemini Nano sebesar 4GB ke perangkat pengguna tanpa pemberitahuan. Meski menjelaskan fungsinya, Google belum memberikan jawaban memuaskan terkait masalah persetujuan (consent) pengguna.
Penjelasan dari Parisa Tabriz (VP & GM Chrome):
- Strategi Keamanan: AI pada perangkat (on-device AI) diklaim sebagai inti dari strategi keamanan Chrome, termasuk untuk deteksi penipuan (scam detection).
- Privasi Data: Model ini memproses data secara lokal di perangkat pengguna, bukan mengirimkannya ke server awan Google.
- Manajemen Penyimpanan: Google menyatakan model ini akan terhapus secara otomatis jika perangkat kehabisan ruang penyimpanan.
Kontroversi dan Inkonsistensi
Kritik dari peneliti privasi Alexander Hanff memicu perdebatan mengenai transparansi Google dalam mengelola data di perangkat pengguna.
| Masalah Utama | Detail Temuan Kritikus |
|---|---|
| Tanpa Izin | Model 4GB diunduh tanpa prompt atau opsi opt-out yang jelas bagi pengguna. |
| Inkonsistensi Fitur | Fitur "AI Mode" di kolom alamat ternyata tetap menggunakan server cloud, bukan model lokal 4GB tersebut. |
| Re-install Otomatis | Menghapus file secara manual akan memicu pengunduhan ulang saat Chrome dijalankan kembali. |
"AI pada perangkat adalah inti dari strategi pengembang dan keamanan kami," tulis Parisa Tabriz melalui platform X, tanpa menjelaskan mengapa model tersebut mengunduh ulang dirinya sendiri jika dihapus.
Para penganjur privasi juga memperingatkan adanya potensi pelanggaran terhadap hukum privasi Uni Eropa (ePrivacy Directive) yang mewajibkan persetujuan pengguna sebelum menyimpan data di perangkat. Google menyarankan pengguna yang ingin menghapus model tersebut secara permanen untuk menonaktifkannya melalui menu pengaturan tersembunyi di Chrome agar sistem tidak melakukan pengunduhan ulang.



