Build A Rocket Boy Kabarnya PHK Dua Pertiga Staf Setelah Rilis Misi "Sabotage"
Baca dalam 60 detik
- Build A Rocket Boy dilaporkan melakukan PHK terhadap sekitar 170 staf (dua pertiga dari total tim).
- Langkah ini merupakan gelombang PHK ketiga dalam setahun demi menjaga masa depan perusahaan.
- Kejadian ini berlangsung berdekatan dengan rilis misi "Blacklisted" yang menyentuh isu sabotase korporat.

Studio pengembang game Build A Rocket Boy (BARB) dilaporkan kembali melakukan pemutusan hubungan kerja besar-besaran. Kabar ini muncul tak lama setelah rilis misi dalam game yang menyindir dugaan "sabotase" yang diklaim dihadapi oleh perusahaan tersebut.
Detail Pengurangan Karyawan:
- Jumlah Staf: BARB dilaporkan memberhentikan sekitar 170 dari 250 staf yang tersisa.
- Ukuran Studio Saat Ini: Pemangkasan ini menyisakan kurang lebih 80 orang di dalam tim pengembang.
- Frekuensi PHK: Ini merupakan gelombang PHK ketiga yang dilakukan Build A Rocket Boy dalam kurun waktu satu tahun terakhir.
Latar Belakang dan Proyek Terkait
CEO BARB, Mark Gerhard, sebelumnya menyatakan bahwa langkah "brutal" ini harus diambil demi kelangsungan jangka panjang perusahaan akibat dampak peluncuran yang sulit.
| Poin Penting | Keterangan |
|---|---|
| Misi "Blacklisted" | Misi terbaru yang awalnya dirancang sebagai crossover dengan Hitman, namun kini memuat narasi tentang "sabotase korporat". |
| Dugaan Sabotase | Gerhard mengeklaim adanya bukti "espionase terorganisir" yang memengaruhi pengembangan MindsEye. |
| Konfirmasi Karyawan | Beberapa pengembang, termasuk desainer level dan analis QA, telah mengonfirmasi kepergian mereka melalui LinkedIn dan Discord. |
"Dampak berkepanjangan dari peluncuran yang sulit berarti kami masih harus mengambil langkah brutal dan memilukan dengan mengurangi ukuran studio sekali lagi," tulis CEO Mark Gerhard dalam pernyataan resminya.
Meskipun pihak manajemen belum memberikan angka pasti secara resmi, laporan dari Kotaku memperkuat indikasi adanya restrukturisasi besar-besaran ini. Para karyawan yang terdampak dilaporkan akan mengakhiri masa tugas mereka pada akhir Mei 2026.


