Google Akhirnya Memperbaiki Masalah Desain Ikon yang Membingungkan dengan Estetika Baru
Baca dalam 60 detik
- Google merombak ikon Workspace untuk memperbaiki masalah desain tahun 2020 yang membuat antar aplikasi sulit dibedakan.
- Desain baru menggunakan efek gradasi, sudut membulat, dan identitas warna tunggal yang lebih jelas.
- Perubahan ini telah mulai terlihat pada aplikasi seperti Photos, Maps, Home, dan segera menyusul pada layanan produktivitas lainnya.

Setelah enam tahun menggunakan desain ikon yang sering dianggap membingungkan karena kemiripan warnanya, Google akhirnya melakukan perombakan visual besar-besaran pada ekosistem Google Workspace. Langkah ini bertujuan untuk mengakhiri era desain minimalis ekstrem yang membuat pengguna sulit membedakan antar aplikasi dalam sekali lirik.
Perubahan Utama pada Desain Ikon:
- Ditinggalkannya Blok Warna Kaku: Google mulai meninggalkan desain garis tepi empat warna yang identik dan beralih ke penggunaan gradasi serta efek cahaya (glow).
- Bentuk yang Lebih Halus: Mengikuti bahasa desain Material 3 Expressive, ikon-ikon baru kini memiliki sudut yang lebih membulat dan animasi yang lebih natural.
- Identitas Warna Tunggal: Aplikasi seperti Meet, Chat, dan Calendar beralih dari desain empat warna menjadi ikon warna tunggal dengan efek gradasi agar lebih mudah dibedakan.
Perbandingan Aplikasi dan Perubahannya
Beberapa aplikasi inti mendapatkan sentuhan baru yang signifikan untuk meningkatkan kejelasan visual pengguna.
| Aplikasi | Deskripsi Perubahan Baru |
|---|---|
| Google Drive | Menghilangkan elemen warna merah untuk efek tiga warna yang lebih sederhana. |
| Google Meet | Dianggap sebagai peningkatan paling drastis dengan ikon yang lebih tegas. |
| Google Keep | Memperkenalkan efek bohlam lampu yang lebih menonjol. |
| Gmail | Tetap mempertahankan garis luar 'M', namun dengan sentuhan gradasi yang lebih halus. |
"Minimalisme memiliki manfaatnya, namun perusahaan mulai menyadari bahwa mereka mungkin telah melangkah terlalu jauh... Saat minimalisme membuat sebuah sistem lebih sulit digunakan, di situlah muncul masalah," tulis Jon Gilbert dari Android Police.
Meskipun Google baru-baru ini meluncurkan alat pembuat ikon berbasis AI pada perangkat Pixel, banyak kritikus menilai bahwa desain yang dipikirkan secara matang oleh manusia tetap jauh lebih efektif untuk navigasi pengguna sehari-hari dibandingkan hasil otomatisasi AI yang sering kali tidak konsisten.



