Kunjungan Pangeran Harry ke Ukraina dan Sentilannya terhadap AS Berpotensi Picu Kemarahan Kubu Donald Trump
Baca dalam 60 detik
- Pangeran Harry melakukan kunjungan mendadak ke Kyiv, Ukraina, dan memberikan pidato yang mendesak Amerika Serikat untuk mengambil peran kepemimpinan dalam mengakhiri perang.
- Pakar kerajaan menilai pidato yang menyentil pemerintah AS ini bisa memicu kemarahan Donald Trump dan para pendukungnya, yang berpotensi memperburuk masalah visa Harry di AS terkait riwayat penggunaan narkoba di masa lalu.
- Meskipun demikian, Harry mendapat pujian karena berani mendatangi zona perang—langkah yang belum dilakukan Raja Charles maupun Pangeran William—dengan mengusung pendekatan kemanusiaan yang meniru mendiang ibunya, Putri Diana.

Pangeran Harry baru saja melakukan kunjungan mendadak ke ibu kota Ukraina, Kyiv, usai merampungkan perjalanannya di Australia. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pidato emosional yang secara tidak langsung menantang kepemimpinan Amerika Serikat, sebuah langkah yang dinilai dapat memperburuk posisinya di mata Presiden Donald Trump.
Fakta Kunci Kunjungan Pangeran Harry ke Kyiv:
- Teguran untuk AS: Melalui pidatonya di Kyiv Security Forum, Harry mendesak Amerika Serikat untuk memenuhi kewajiban perjanjian internasionalnya demi keamanan global, bukan sekadar sebagai bentuk amal.
- Potensi Masalah Visa: Kritik terselubung ini diyakini akan memicu kemarahan gerakan MAGA (Make America Great Again), yang pada gilirannya dapat mempersulit masalah visa AS milik Harry yang saat ini sedang disorot.
- Meniru Putri Diana: Harry menegaskan posisinya bukan sebagai tokoh politik, melainkan tokoh kemanusiaan—sebuah pernyataan yang sangat mirip dengan gaya mendiang ibunya, Putri Diana.
Menurut penulis kerajaan Richard Palmer, unjuk dukungan Harry terhadap Ukraina dan tegurannya terhadap AS serta Inggris kemungkinan besar tidak akan menghasilkan simpati dari pemerintah AS maupun pendukung Presiden Trump.
Ketegangan Politik dan Kontroversi Visa
Kritik yang dilontarkan Harry datang di saat yang kurang tepat bagi status keimigrasiannya di Amerika Serikat. Berikut adalah rincian masalah yang membayangi sang Duke of Sussex:
| Akar Masalah | Detail Situasi |
|---|---|
| Pengakuan di Buku Spare | Dalam memoarnya, Harry mengakui pernah mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti jamur ajaib (magic mushrooms) dan ganja di masa mudanya. |
| Gugatan Hukum | Yayasan sayap kanan Heritage Foundation saat ini sedang menggugat Departemen Keamanan Dalam Negeri AS untuk merilis dokumen imigrasi Harry guna memeriksa apakah ia berbohong soal riwayat narkobanya saat mengajukan visa. |
| Dampak Pidato Ukraina | Sentilan Harry kepada pemerintah AS dikhawatirkan akan membuat kubu konservatif semakin gencar menekan status imigrasinya di California. |
Pendekatan Kemanusiaan dan Pujian Pakar
Dalam pidatonya, Harry juga secara langsung menuntut Presiden Rusia Vladimir Putin untuk "menghentikan perang ini". Ia menggaungkan kembali semangat mendiang ibunya, Putri Diana, saat mengkampanyekan anti-ranjau darat di Angola pada tahun 1997.
"Kita belum melihat Raja Charles atau Pangeran William pergi ke Ukraina, jadi patut diacungi jempol untuk Harry. Pernyataannya akan dirayakan oleh Presiden Zelenskyy dan para ajudannya, dan mungkin menjadi dorongan yang berguna bagi Ukraina saat ini," puji Richard Palmer terkait keberanian Harry mengunjungi zona konflik.


