Prince Naseem Hamed Minta Simon Jordan "Jaga Mulut", Bela Mati-matian Conor Benn dalam Debat Panas
Baca dalam 60 detik
- Legenda tinju Prince Naseem Hamed membela Conor Benn dalam perdebatan panas dengan pengamat Simon Jordan di acara talkBOXING, menyebut Benn sebagai petinju "kelas dunia" yang luar biasa.
- Hamed menyoroti kesuksesan Benn mencetak jutaan dolar dan menandatangani kontrak dengan Zuffa Boxing, serta meyakini bahwa Benn tidak bersalah dalam skandal tes doping di tahun 2022.
- Sebaliknya, Simon Jordan meragukan Benn dengan menyebutnya belum pernah melawan petarung berkualitas, menuding Hamed bias karena pertemanan keluarga, dan memprediksi Benn tidak akan pernah menjadi juara dunia.

Legenda tinju Inggris sekaligus mantan juara dunia kelas bulu, Prince Naseem Hamed, terlibat perdebatan panas dengan pengamat Simon Jordan. Dalam acara talkBOXING, Hamed membela mati-matian Conor Benn dan meminta Jordan untuk "menjaga mulutnya" saat meragukan kapasitas petinju muda tersebut.
Fakta Kunci Seputar Conor Benn:
- Langkah Baru: Petinju berusia 29 tahun itu baru saja menandatangani kontrak lima pertarungan dengan promotor Zuffa Boxing milik Dana White setelah meninggalkan Eddie Hearn.
- Pertarungan Terakhir & Target: Benn sukses mengalahkan Regis Prograis di London dan kini membidik perebutan gelar kelas welter WBC melawan bintang tinju Ryan Garcia.
- Skandal Masa Lalu: Benn sempat gagal dalam dua tes doping (zat terlarang Clomifene) menjelang pertarungan yang batal melawan Chris Eubank Jr pada 2022, namun ia terus membantah melakukan pelanggaran.
Hamed meyakini bahwa Conor Benn, sama seperti ayahnya yang legendaris, Nigel Benn, telah memberikan dampak yang luar biasa bagi olahraga tinju. Ia menyoroti bagaimana Benn mampu menghasilkan jutaan dolar, menyedot perhatian publik, dan membawa angin segar bagi industri tinju Inggris.
"Tahan mulutmu sebentar, SJ (Simon Jordan). Tahan mulutmu sebentar, karena aku tahu kamu sangat ingin menyerangku!... Conor telah mencapai posisi di mana tiba-tiba, karena apa yang telah ia ciptakan, warisan ayahnya, dan betapa hebatnya dia, ia bernilai jutaan. Dan kau tahu, semua orang cemburu padanya," ujar Hamed dengan penuh emosi.
Adu Argumen: Hamed vs Jordan
Perdebatan ini tidak hanya menyoroti kesuksesan finansial Benn, tetapi juga kelayakannya sebagai petinju kelas dunia. Berikut adalah ringkasan pandangan tajam yang dilontarkan oleh kedua tokoh tersebut:
| Pihak | Pandangan Terhadap Conor Benn |
|---|---|
| Prince Naseem Hamed | Menilai Benn sebagai petarung berstatus "kelas dunia" sejati. Ia percaya penuh bahwa Benn tidak bersalah dalam skandal doping masa lalunya karena sang petinju berani bertahan dan membela diri selama bertahun-tahun. |
| Simon Jordan | Mengkritik bahwa Benn belum pernah mengalahkan petinju yang benar-benar berkualitas dan belum bisa mempertanggungjawabkan kegagalannya dalam tes doping. Ia bahkan secara gamblang memprediksi Benn tidak akan pernah memenangkan gelar juara dunia. |
Di akhir perdebatan, tensi semakin memanas ketika Jordan menyindir bahwa Hamed membela Benn hanya karena ia berteman baik dengan ayahnya, Nigel Benn. Tak terima, Hamed langsung membalas dengan pedas, menyarankan Jordan untuk kembali menjadi komentator sepak bola saja karena dinilai tidak memahami tinju.



