Uji Coba Mesin Berhasil, Roket Terbesar di Dunia Milik SpaceX Siap Meluncur ke Luar Angkasa
Baca dalam 60 detik
- SpaceX sukses melakukan uji coba penyalaan 33 mesin statis pada roket raksasa Starship di fasilitas Starbase Texas sebagai persiapan peluncuran bulan depan.
- Pengembangan Starship sangat krusial bagi kesuksesan program Artemis NASA untuk mendaratkan kembali astronot di permukaan Bulan yang kini dijadwalkan ulang pada akhir 2028.
- Mantan kepala NASA memperingatkan bahwa keterlambatan pengembangan teknologi roket ini berpotensi membuat Amerika Serikat tertinggal dari China dalam perlombaan mencapai permukaan Bulan.

SpaceX baru saja menyelesaikan uji coba penting untuk kendaraan luar angkasa yang disebut oleh CEO Elon Musk sebagai "objek paling kuat yang pernah dibuat". Perusahaan tersebut sukses menyalakan mesin roket raksasa Starship di fasilitas Starbase, Texas bagian selatan, sebagai persiapan untuk penerbangan uji coba krusial bulan depan.
Fakta Kunci Uji Coba Starship:
- Penyalaan Statis: Sebanyak 33 mesin pada roket pendorong Super Heavy berhasil dinyalakan secara bersamaan sementara roket tersebut masih terikat kuat di landasan peluncuran.
- Kapasitas Raksasa: Saat dirakit secara penuh, roket Starship menjulang setinggi 124 meter dan diklaim mampu membawa lebih dari 100 ton muatan ke orbit rendah Bumi (LEO).
- Jadwal Peluncuran: Tes penerbangan suborbital ke-12 untuk Starship ini diperkirakan akan mengangkasa dalam 4 hingga 6 minggu ke depan.
Keberhasilan pengembangan roket raksasa ini sangat krusial bagi rencana ambisius badan antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk mengembalikan astronot ke permukaan Bulan melalui program Artemis. SpaceX telah memenangkan kontrak untuk mengembangkan sistem pendarat bulan (Human Landing System/HLS), bersaing sekaligus berdampingan dengan proyek Blue Moon milik Blue Origin.
"Arsitektur kami yang rumit membutuhkan belasan peluncuran atau lebih dalam jangka waktu singkat, bergantung pada teknologi yang sangat menantang yang belum dikembangkan seperti pengisian bahan bakar kriogenik di luar angkasa... Kecuali ada sesuatu yang berubah, sangat kecil kemungkinannya Amerika Serikat akan mengalahkan garis waktu proyeksi China ke permukaan Bulan," peringat mantan kepala NASA, Jim Bridenstine, terkait risiko keterlambatan proyek.
Tantangan dan Revisi Linimasa Misi Bulan
Keterlambatan dalam penyempurnaan Starship telah memaksa NASA untuk merombak ulang jadwal pendaratan di Bulan. Berikut adalah ringkasan situasi dan proyeksi misi Artemis saat ini:
| Target Misi / Evaluasi | Keterangan & Status Terkini |
|---|---|
| Jadwal Awal Pendaratan (Artemis) | Awalnya dijadwalkan pada Desember 2025, namun terpaksa ditunda akibat serangkaian evaluasi dan pengembangan sistem HLS Starship yang belum rampung. |
| Proyeksi Terbaru (Artemis IV) | Misi berawak pertama yang menjejakkan kaki ke permukaan Bulan kini diproyeksikan baru akan terlaksana pada akhir tahun 2028. |
| Masa Penentuan Keamanan | Panel Penasihat Keselamatan Dirgantara menegaskan bahwa serangkaian peluncuran Starship dalam enam bulan ke depan akan menjadi penentu krusial apakah sistem HLS tersebut aman dan mampu menerbangkan kru manusia sebelum akhir dekade ini. |
Meskipun NASA baru saja sukses menyelesaikan penerbangan lintas Bulan dengan empat astronot awal bulan ini—penerbangan pertama dalam lebih dari 50 tahun—kesuksesan pendaratan di permukaan satelit alami Bumi tersebut kini sepenuhnya berpacu dengan waktu dan teknologi milik SpaceX.



