Kisah Wamen Stella Christie: Sempat Jadi Rekan Mengajar Natalie Portman Semasa Kuliah di Harvard
Baca dalam 60 detik
- Wakil Menteri Diktisaintek Stella Christie membagikan kisah inspiratifnya saat masih berstatus sebagai mahasiswa S-1 di Harvard University pada kurun waktu 2000-2001.
- Ia mengikuti program sosial bernama City Step yang mengharuskannya membuat koreografi dan mengajari anak-anak SD dari kalangan kurang mampu untuk menari.
- Menariknya, rekan sesama koreografer yang rutin berkolaborasi dengannya setiap minggu adalah aktris Hollywood Natalie Portman, yang saat itu juga sedang kuliah psikologi di Harvard.

Di balik kesuksesan akademiknya di kampus bergengsi dunia, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek), Stella Christie, menyimpan sebuah kisah masa muda yang menarik. Saat menempuh studi S-1 di Harvard University, ia ternyata pernah satu tim dan rutin berinteraksi dengan aktris kenamaan Hollywood, Natalie Portman.
Fakta Kunci Pengalaman Stella Christie di Harvard:
- Waktu Kejadian: Terjadi sekitar tahun 2000-2001 saat Stella masih menjadi mahasiswa S-1 di Universitas Harvard.
- Program City Step: Stella dan mahasiswa terpilih lainnya terjun langsung ke masyarakat untuk mengajari anak-anak sekolah dasar (SD) menari hingga mereka tampil di panggung kampus.
- Rekan Bintang Hollywood: Salah satu rekan sesama pengajar dan koreografer dalam program tersebut adalah Natalie Portman, yang saat itu juga sedang menempuh studi psikologi di Harvard.
Pengalaman ini memberikan kesan yang sangat mendalam bagi Stella. Pertemuannya dengan aktris pemeran Black Swan tersebut bukanlah sekadar formalitas. Mereka rutin bertemu setiap minggu untuk merancang koreografi yang akan diajarkan kepada anak-anak binaan mereka.
"Salah satu dari sedikit guru tari ini dan koreografer tari ini adalah Natalie Portman... Jadi seminggu sekali saya bersama dengannya untuk membuat koreografi tari untuk siswa sekolah dasar. Jadi itu salah satu dari sekian banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan di Harvard," kenang Stella.
Nilai Inklusivitas dalam Sistem Pendidikan
Bukan hanya sekadar bertemu bintang besar, program ini mengajarkan makna kontribusi sosial. Mayoritas siswa SD yang mereka ajar berasal dari keluarga kurang mampu yang awalnya tidak pernah bermimpi bisa menginjakkan kaki, apalagi tampil, di Harvard.
| Pihak yang Menanggapi | Pandangan tentang Program Sosial Kampus |
|---|---|
| Stella Christie (Wamen Diktisaintek) | Mengajarkan anak-anak kurang mampu menari hingga mereka bisa tampil di Harvard adalah perwujudan nyata dari nilai inklusivitas dalam pendidikan. |
| Peter Haymond (Kuasa Usaha Ad Interim AS) | Mendorong mahasiswa universitas untuk terjun ke masyarakat (mengajar siswa sekolah) adalah cara untuk memberi mereka pandangan hidup dan ambisi masa depan. Hal ini merupakan bagian penting dari sistem pendidikan di AS. |
Melalui kisah ini, Stella membuktikan bahwa pendidikan di institusi elite dunia tidak semata-mata berfokus pada buku dan teori di dalam kelas, melainkan juga seberapa besar dampak dan sentuhan yang bisa diberikan kepada kehidupan orang lain di masyarakat luas.



