Demensia: Aktif Bergerak dan Tidur 7-8 Jam Menjadi Kunci Turunkan Risiko
Baca dalam 60 detik
- Studi menunjukkan bahwa durasi tidur yang ideal untuk menjaga kesehatan otak adalah 7-8 jam per malam; kurang dari 7 jam atau lebih dari 8 jam dapat meningkatkan risiko demensia hingga 28%.
- Aktivitas fisik yang rutin mampu menurunkan risiko demensia sebesar 25%, sementara gaya hidup terlalu banyak duduk (lebih dari 8 jam sehari) meningkatkan risiko tersebut sebesar 27%.
- Dokter menyarankan penerapan strategi gaya hidup yang realistis dan konsisten, seperti rutin memberi jeda untuk berdiri saat bekerja dan menjaga keteraturan jadwal tidur.

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa memenuhi rekomendasi aktivitas fisik dan waktu tidur yang tepat dapat menjadi kunci utama dalam menurunkan risiko demensia. Sebaliknya, terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur, serta duduk terlalu lama, dapat meningkatkan risiko tersebut secara signifikan.
Fakta Kunci Gaya Hidup dan Risiko Demensia:
- Durasi Tidur Ideal: Kurang tidur (kurang dari tujuh jam semalam) meningkatkan risiko demensia sebesar 18%, sedangkan tidur berlebih (lebih dari delapan jam semalam) meningkatkan risiko hingga 28%.
- Aktivitas Fisik: Rutin beraktivitas fisik dan berolahraga terbukti berkorelasi dengan rata-rata penurunan risiko demensia sebesar 25%.
- Bahaya Duduk Lama: Menghabiskan waktu duduk lebih dari delapan jam dalam sehari dapat meningkatkan risiko demensia sebesar 27%.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal PLOS One ini dipimpin oleh Dr. Akinkunle Oye-Somefun dari Universitas York di Kanada. Tim peneliti menganalisis data dari peserta berusia 35 tahun ke atas yang dihimpun dari 69 studi terdahulu untuk melihat gambaran utuh tentang dampak rutinitas harian (pergerakan, tidur, dan perilaku menetap) terhadap kesehatan otak.
"Tidur di luar kisaran tujuh hingga delapan jam secara konsisten, baik kurang maupun lebih, mungkin membawa implikasi jangka panjang bagi kesehatan otak — implikasi yang mudah terlewatkan karena terakumulasi secara diam-diam selama beberapa dekade," jelas Dr. Akinkunle Oye-Somefun.
Rekomendasi Ahli untuk Perubahan Gaya Hidup
Para ahli kesehatan menekankan bahwa untuk mendapatkan manfaat perlindungan kognitif ini, perubahan gaya hidup tidak harus ekstrem. Perubahan kecil yang moderat dan realistis, namun dilakukan secara konsisten, jauh lebih berdampak daripada intervensi jangka pendek.
| Faktor Risiko | Strategi Penerapan yang Disarankan |
|---|---|
| Aktivitas Fisik | Integrasikan gerakan ke dalam rutinitas yang sudah ada, seperti berjalan kaki saat istirahat, bersepeda ke tempat kerja, atau melakukan sesi olahraga singkat di tengah minggu. |
| Perilaku Sedentari (Duduk) | Beri interupsi kecil pada waktu duduk yang lama. Biasakan untuk sesekali berdiri, meregangkan tubuh, atau berjalan singkat (seperti saat mengambil minum). |
| Pola Tidur | Memprioritaskan keteraturan jadwal—yakni pergi tidur dan bangun di waktu yang sama setiap hari—bisa jadi lebih mudah dicapai dan berdampak besar dibandingkan sekadar mengejar durasi waktu. |
Meskipun temuan ini bersifat observasional, bukti yang dihimpun dari jutaan data memperkuat rekomendasi medis bahwa menjaga tubuh tetap aktif dan menjaga kualitas tidur bukan hanya baik untuk kesehatan jantung, tetapi merupakan pertahanan utama untuk menjaga fungsi otak seiring bertambahnya usia.



