Sempat 'Hancur' karena Penolakan, Bintang Eurovision Asal Polandia Ini Kembali untuk Balas Dendam
Baca dalam 60 detik
- Penyanyi asal Polandia, Alicja, kembali ke panggung Eurovision 2026 di Wina setelah sebelumnya batal tampil di edisi 2020 akibat pandemi dan tidak dipilih kembali secara otomatis oleh stasiun TV negaranya.
- Ia kembali dengan membawakan lagu orisinalnya berjudul "Pray" yang mengusung genre R&B, <i>gospel</i>, dan <i>soul</i>, sesuatu yang ia rasa belum pernah ada di panggung Eurovision.
- Alicja mengaku harus berjuang keras di industri musik Polandia karena masyarakat dan radio lokal tidak terlalu menyukai genre R&B, namun ia tetap bangga bisa mewakili negaranya dengan lagu buatannya sendiri.

Alicja, penyanyi asal Polandia yang sempat batal tampil di ajang Eurovision 2020 akibat pandemi, kini kembali dengan semangat baru. Setelah kekecewaan mendalam karena posisinya digantikan pada tahun-tahun berikutnya, ia kini siap melakukan "balas dendam" dan membuktikan kemampuannya dengan mewakili negaranya di kontes yang akan digelar di Wina pada bulan Mei mendatang.
Fakta Kunci Kembalinya Alicja ke Eurovision:
- Kekecewaan 2020: Alicja sejatinya telah terpilih untuk mewakili Polandia pada tahun 2020. Namun, kontes dibatalkan secara dramatis karena pandemi COVID-19, dan pihak penyiar TVP tidak mengizinkannya untuk otomatis tampil pada tahun berikutnya.
- Lagu Kebangkitan: Ia kembali tahun ini dengan membawakan lagu orisinalnya berjudul "Pray", sebuah gebrakan baru yang menggabungkan genre R&B, gospel, dan soul di panggung Eurovision.
- Pengalaman Panggung: Memulai debut di acara TV sejak usia 5 tahun dan menjadi pemenang The Voice of Poland pada 2019, Alicja memiliki mental kompetisi dan penguasaan panggung yang sangat kuat.
Kekecewaan akibat batalnya ajang tahun 2020 sempat menjadi pukulan telak baginya. Ia mengaku sangat sedih dan hancur, namun seiring berjalannya waktu, pengalaman pahit tersebut membantunya menemukan kembali jati dirinya sebagai seorang seniman sejati yang kini bebas berkarya sesuai hasratnya.
"Saya sangat sedih, saya hancur... Setelah beberapa tahun, saya merasa memang harus seperti itu karena saat ini, saya kembali dengan lagu saya sendiri. Ini adalah lagu yang selalu ingin saya buat dan tunjukkan di panggung sebesar ini, dan saya benar-benar merasa Eurovision belum pernah melihat lagu seperti milik saya sebelumnya," ungkap Alicja secara eksklusif kepada Daily Star.
Tantangan Karier dan Dinamika Bermusik di Polandia
Meski kini bisa bebas mengekspresikan diri, jalan Alicja tidaklah sepenuhnya mulus. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa genre musik yang ia cintai tidak begitu mendapat tempat di industri musik negaranya sendiri.
| Tantangan / Dinamika | Keterangan & Detail |
|---|---|
| Kendala Genre Musik | Genre R&B dan soul hampir tidak ada pasarnya di Polandia yang lebih menyukai musik Slavia, pop, dan rock. Hal ini membuat stasiun radio enggan mempromosikan karya-karyanya. |
| Tuntutan Label di Awal | Pada awal kariernya, ia sempat didorong secara paksa untuk menyanyikan lagu-lagu pop komersial yang membuatnya kesulitan menikmati passion-nya sendiri. |
| Solidaritas Antar Peserta | Sebagai bentuk antusiasmenya, Alicja bahkan telah membuat grup obrolan (group chat) untuk seluruh peserta Eurovision tahun ini (termasuk peserta dari Inggris) agar mereka bisa saling mengenal sebelum kontes dimulai. |
Walaupun menghadapi penolakan dan tantangan pasar di dalam negeri, Alicja bersikeras akan mewakili negaranya dengan integritas penuh. Video musik "Pray" yang telah meraup jutaan penayangan menjadi bukti awal bahwa keputusannya untuk setia pada jalur R&B dan soul berpotensi mencuri perhatian masyarakat Eropa.


