Rencana pelarangan vape yang dilaporkan CNA menyoroti sisi gelap dari teknologi penguapan. Di tahun 2026, pemerintah melihat bahwa risiko penyalahgunaan vape sebagai alat pengantar narkotika (delivery system) telah melampaui manfaatnya sebagai alternatif rokok. Hal ini menciptakan tantangan baru bagi penegak hukum karena zat terlarang bisa dengan mudah disamarkan dalam bentuk cairan (liquid) beraroma.
Keputusan ini kemungkinan besar akan berdampak luas pada sektor ekonomi ritel, namun dari perspektif keamanan nasional, ini adalah langkah preventif untuk memutus rantai distribusi narkotika gaya baru yang menargetkan generasi muda. Strategi ini menunjukkan bahwa Jakarta lebih memilih pendekatan "nol risiko" dalam menghadapi ancaman zat adiktif yang terselubung.
⢠Kamuflase Narkotika: Sulitnya membedakan cairan nikotin biasa dengan cairan mengandung THC atau narkotika sintetis.
⢠Perlindungan Remaja: Mencegah akses mudah bagi anak di bawah umur terhadap perangkat yang bisa disalahgunakan.
⢠Pengawasan Aparat: Mempermudah kerja petugas di lapangan dalam mengidentifikasi penggunaan narkoba di ruang publik.
⢠Pesan Utama: "Kesehatan publik dan keamanan nasional adalah satu kesatuan yang tidak bisa dinegosiasikan dengan tren gaya hidup."




