Ekspansi Digital Dongkrak Tabungan Haji BCA Syariah, Jumlah Rekening Melesat Signifikan di Awal 2026
Baca dalam 60 detik
- Akselerasi Portofolio: BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan rekening haji sebesar 16,4% (yoy) per Februari 2026, didorong oleh efisiensi platform digital BSya.
- Diversifikasi Produk: Layanan tabungan wadiah Tahapan Mabrur turut terkerek naik 13%, mempertegas tingginya minat masyarakat pada instrumen ibadah yang fleksibel.
- Transformasi Devisa: Manajemen tengah memacu kapabilitas transaksi valas seiring status baru sebagai bank devisa untuk mempermudah kebutuhan nasabah di luar negeri.

PT Bank BCA Syariah berhasil mengamankan tren positif pada lini produk tabungan haji dan umrah hingga periode Februari 2026. Pertumbuhan ini dipicu oleh keberhasilan integrasi ekosistem digital yang memudahkan nasabah melakukan setoran awal maupun rutin melalui aplikasi mobile, sejalan dengan visi perseroan untuk menghadirkan layanan perbankan syariah yang modern dan inklusif.
Direktur BCA Syariah, Pranata Nazamuddin, menilai bahwa penguatan kanal digital melalui aplikasi BSya menjadi katalis utama dalam menjaring nasabah baru. Hingga Februari 2026, entitas perbankan ini mencatat total 5.614 rekening haji, atau mengalami eskalasi sebesar 16,4% secara tahunan (year-on-year). Fenomena ini menunjukkan bahwa literasi finansial masyarakat terhadap perencanaan ibadah jangka panjang tetap kokoh meski berada di bawah bayang-bayang fluktuasi ekonomi global.
- Rekening Haji: Mencapai 5.614 akun (Tumbuh 16,4% yoy).
- Tahapan Mabrur (Wadiah): Tercatat 13.682 rekening (Naik 13% yoy).
- Dana Kelolaan BPKH: Agregat nasional menyentuh Rp 180,72 triliun per April 2026.
- Fokus Baru: Pengembangan fitur transaksi valuta asing (valas) pasca transformasi bank devisa.
Strategi korporasi tidak hanya berhenti pada kemudahan aplikasi. BCA Syariah secara aktif memperluas network dengan berkolaborasi bersama agen perjalanan haji dan umrah serta berpartisipasi dalam berbagai expo tematik. Langkah ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah (added value) bagi nasabah, seperti paket promo umrah hingga kemudahan administrasi keberangkatan yang terintegrasi dengan sistem perbankan.
Sebagai bagian dari transformasi menjadi bank devisa, BCA Syariah kini tengah memacu pengembangan fitur update pada layanan valasnya. Langkah ini diproyeksikan akan memberikan keunggulan kompetitif bagi perseroan dalam melayani segmen nasabah yang memerlukan likuiditas mata uang asing saat berada di luar negeri. Analis industri melihat langkah ini sebagai upaya positioning yang tepat untuk menangkap pangsa pasar perjalanan religius yang terus berkembang.
| Produk Tabungan | Jumlah Rekening (Feb 2026) | Pertumbuhan (yoy) |
|---|---|---|
| Rekening Haji | 5.614 | 16,4% |
| Tahapan Mabrur (Wadiah) | 13.682 | 13,0% |
Secara makro, data dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang mencatat total dana kelolaan sebesar Rp 180,72 triliun memberikan sinyal optimisme bagi industri perbankan syariah. Ke depan, BCA Syariah diproyeksikan akan terus melakukan penetrasi pasar melalui inovasi fitur digital yang lebih personal. Fokus pada kenyamanan transaksi lintas negara dan keamanan dana nasabah akan menjadi pilar utama perseroan dalam mempertahankan loyalitas pengguna di tengah kompetisi bank digital yang kian sengit.



