Pernyataan Fred Vasseur pasca-GP Jepang menunjukkan perubahan paradigma yang signifikan di Maranello. Selama bertahun-tahun, Ferrari sering terjebak dalam kesalahan taktis yang memalukan di bawah tekanan. Namun, di bawah kepemimpinan Vasseur yang pragmatis, tim tampak lebih tenang, fokus pada data, dan yang paling penting: berani mengambil risiko yang terukur.
Keberhasilan di Suzuka sangat krusial karena sirkuit ini adalah "hakim" sejati bagi efisiensi aerodinamika dan manajemen ban. Jika Ferrari mampu kompetitif di sana, mereka bisa kompetitif di mana saja. Moral tim yang meningkat ini adalah modal tak ternilai bagi Leclerc dan Sainz untuk tetap agresif dalam perebutan poin konstruktor melawan Red Bull dan McLaren yang juga sedang membawa upgrade besar.
⢠Eksekusi Strategi: Minimalisir kesalahan komunikasi antara pembalap dan teknisi saat momen krusial pit stop.
⢠Konsistensi Kecepatan Balap: Mobil SF-26 tidak lagi hanya cepat di kualifikasi, tapi memiliki ritme yang stabil sepanjang durasi balapan penuh.
⢠Kepemimpinan Vasseur: Menciptakan lingkungan kerja yang lebih jujur dan terbuka, di mana kegagalan dianalisis tanpa budaya menyalahkan (no-blame culture).
⢠Pesan Utama: "Mobil yang cepat bisa dibuat di terowongan angin, tapi tim pemenang dibangun dari kepercayaan di garasi."




