Aturan Finansial Baru Premier League: Christian Purslow Peringatkan Dampaknya pada Aston Villa dan Ketimpangan Pendapatan
Baca dalam 60 detik
- Premier League akan mengganti aturan finansial PSR dengan SCR mulai musim depan, membatasi pengeluaran skuad maksimal 85% dari total pendapatan (70% untuk tim Eropa).
- Mantan CEO Aston Villa, Christian Purslow, mengkritik aturan ini karena tetap menguntungkan klub "Big Six" yang memiliki omzet jauh lebih besar (mencapai £700 juta).
- Purslow mengusulkan agar gaji pemain didikan akademi (homegrown) dikecualikan dari batasan pengeluaran agar klub tidak terpaksa menjual mereka demi menyeimbangkan neraca keuangan.

Mantan CEO Aston Villa, Christian Purslow, memperingatkan bahwa klub-klub seperti Aston Villa dan Newcastle United akan tetap menghadapi tantangan besar untuk bersaing di papan atas Premier League, meskipun ada perubahan pada aturan finansial liga musim depan.
Perubahan Aturan Finansial Premier League:
- Transisi Aturan: Squad Cost Rules (SCR) akan menggantikan Profit and Sustainability Rules (PSR) mulai musim depan.
- Batas Pengeluaran: Klub hanya diizinkan menghabiskan maksimal 85% dari total pendapatan mereka untuk gaji, amortisasi transfer, dan biaya agen.
- Standar Eropa: Bagi klub yang berlaga di kompetisi Eropa (UEFA), batas pengeluaran tersebut diperketat menjadi hanya 70%.
Menurut Purslow, aturan SCR yang tetap berbasis pada pendapatan (revenue) justru akan terus melanggengkan dominasi finansial klub-klub langganan "Big Six" yang memiliki omzet masif hingga menyentuh angka £700 juta.
"Aturan ini memberikan keuntungan olahraga yang sangat besar bagi empat, lima, atau enam klub di Premier League yang memiliki omzet dua kali lipat lebih banyak dari klub lain... Bagaimana Anda bisa mendobrak dominasi enam besar itu secara konsisten jika level performa sebagian besar tim sejalan dengan besaran tagihan gaji mereka?" ungkap Christian Purslow.
Analisis Ketimpangan dan Usulan Solusi Purslow
| Fokus Masalah | Detail Keterangan |
|---|---|
| Ketimpangan Omzet | Klub top menyentuh omzet £700 juta (Spurs & Chelsea di kisaran £400-£500 juta). Klub kaya baru seperti Newcastle hanya memiliki setengah dari jumlah tersebut. |
| Dampak Batas Gaji | Dengan batas SCR 85% atau 70%, tagihan gaji klub penantang seperti Newcastle dan Villa otomatis hanya akan menjadi setengah dari klub rival papan atas. |
| Usulan Pemain Homegrown | Mengusulkan agar gaji pemain didikan akademi (hingga usia 25/26 tahun) tidak dihitung dalam batas pengeluaran skuad, sebagai insentif untuk mempertahankan mereka. |
Purslow menyoroti bahwa alih-alih mendorong klub menjual pemain akademi murni demi mencatatkan keuntungan "bersih" di pembukuan seperti di bawah aturan lama, aturan baru seharusnya memberikan kelonggaran agar klub dapat mempertahankan talenta lokal terbaik mereka tanpa terbebani batas pengeluaran skuad.



