Inter Milan Semakin Dekat dengan Gelar Juara Serie A Usai Cukur Roma 5-2
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan membantai Roma 5-2 di San Siro untuk mengokohkan posisi di puncak klasemen Serie A dengan keunggulan 9 poin.
- Lautaro Martinez menandai kembalinya dari cedera dengan dua gol, didukung oleh gol dari Thuram, Calhanoglu, dan Barella.
- Hasil ini memperberat langkah Roma menuju zona Liga Champions sementara Inter semakin dekat dengan gelar liga ke-21 mereka.

Inter Milan mengambil langkah besar menuju Scudetto ke-21 setelah menghancurkan Roma dengan skor telak 5-2 di San Siro. Kemenangan ini sekaligus mengakhiri tren negatif Nerazzurri dan memperlebar jarak menjadi sembilan poin di puncak klasemen Serie A.
Momen Kunci Kemenangan Inter:
- Kembalinya Sang Kapten: Lautaro Martinez mencetak dua gol setelah absen hampir dua bulan akibat cedera betis.
- Performa Marcus Thuram: Striker asal Prancis ini mengakhiri puasa golnya sejak Februari dengan satu gol dan dua assist.
- Gol Spektakuler: Hakan Calhanoglu mencetak gol roket dari jarak lebih dari 30 meter tepat sebelum turun minum.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Roma untuk menembus zona Liga Champions. Tim asuhan Gian Piero Gasperini kini tertahan di peringkat keenam, tertinggal tiga poin dari Como yang mengejutkan di posisi keempat.
"Malam ini adalah pertandingan besar bagi kami. Kami harus tampil dengan sikap dan kepribadian yang tepat. Saya senang untuk rekan setim saya karena ini adalah kemenangan yang layak kami dapatkan," ujar Lautaro Martinez.
Detail Pertandingan San Siro
| Pencetak Gol Inter | Pencetak Gol Roma | Status Klasemen |
|---|---|---|
| Lautaro Martinez (1', 52') | Gianluca Mancini (40') | Inter: Peringkat 1 (Unggul 9 poin) |
| Hakan Calhanoglu (45') | Lorenzo Pellegrini (70') | Roma: Peringkat 6 |
| Marcus Thuram (55') | - | AC Milan & Napoli baru bermain Senin |
| Nicolo Barella (60') | - | Juventus & Como di zona krusial |
Di papan bawah, persaingan degradasi semakin memanas setelah Cremonese tergelincir ke zona merah usai kalah dari Bologna, sementara Pisa semakin terpuruk di kandang sendiri setelah ditaklukkan oleh Torino.



