Pelaku Seni Meksiko Protes Keras Rencana Ekspor Mahakarya Frida Kahlo ke Spanyol
Baca dalam 60 detik
- Hampir 400 pelaku seni di Meksiko memprotes rencana ekspor 160 koleksi seni bersejarah, termasuk mahakarya Frida Kahlo dan Diego Rivera, ke Banco Santander di Spanyol.
- Kekhawatiran muncul setelah pihak bank di Spanyol menyebut bahwa koleksi yang dilindungi undang-undang sebagai "monumen artistik" nasional tersebut akan berada di sana secara permanen.
- Meski pemerintah Meksiko dan pihak bank bersikeras bahwa ekspor tersebut hanya bersifat sementara (hingga 2028/2030), draf kontrak menunjukkan adanya celah klausul perpanjangan waktu yang membuat seniman Meksiko tetap curiga.

Rencana ekspor salah satu koleksi seni Meksiko abad ke-20 yang paling penting—termasuk mahakarya ikonik karya Frida Kahlo dan Diego Rivera—ke Spanyol telah memicu kemarahan besar di kalangan komunitas budaya Meksiko. Hampir 400 profesional seni menandatangani surat terbuka yang menuntut transparansi pemerintah terkait kesepakatan kontroversial dengan Banco Santander tersebut.
Koleksi yang menjadi pusat perdebatan ini berisi 160 karya seni (lukisan, sketsa, dan foto) yang awalnya dikenal sebagai koleksi Gelman, sebelum dibeli oleh keluarga Zambrano dari Meksiko pada tahun 2023. Melalui kesepakatan terbaru, koleksi yang kini dilabeli sebagai "Koleksi Gelman Santander" itu dijadwalkan berlabuh ke pusat budaya baru Faro Santander di Spanyol pada musim panas ini.
Fakta Kontroversi Ekspor Seni Meksiko:
- Karya yang Terlibat: Mahakarya dari Frida Kahlo, Diego Rivera, Rufino Tamayo, José Clemente Orozco, María Izquierdo, dan David Alfaro Siqueiros.
- Status Hukum: Sejak 1984, karya Kahlo berstatus "monumen artistik" nasional. Dekrit presiden melarang karya tersebut meninggalkan Meksiko kecuali untuk tujuan sementara.
- Pemicu Protes: Pernyataan direktur Faro Santander yang menyebut undang-undang "fleksibel" dan mengklaim koleksi tersebut akan "hadir secara permanen" di Spanyol.
Pernyataan pihak Spanyol tersebut langsung menyulut kekhawatiran para seniman dan kurator Meksiko bahwa harta karun nasional mereka mungkin tidak akan pernah kembali. Institut Nasional Seni Halus dan Sastra (Inbal) Meksiko yang seharusnya bertugas memulangkan karya seni nasional yang berada di tangan swasta luar negeri, justru dianggap melakukan hal sebaliknya dengan menyetujui kontrak peminjaman ini.
"Dekrit ini secara khusus dimaksudkan untuk memberikan kunci pengaman pada koleksi pribadi. Untuk memastikan mereka tidak akan meninggalkan negara atau dibubarkan... Jika karya-karya ini tidak kembali, bagian fundamental dari tubuh karya seniman ini—dan sejarahnya—akan hilang." - Francisco Berzunza, Sejarawan Meksiko.
Klarifikasi Berbagai Pihak Terkait Status Kepemilikan
| Pihak Terkait | Pernyataan Resmi |
|---|---|
| Claudia Sheinbaum (Presiden Meksiko) | Menegaskan keinginannya agar koleksi tersebut pada akhirnya tetap berada di Meksiko. |
| Claudia Curiel de Icaza (Menteri Kebudayaan) | Menyatakan bahwa karya tersebut tidak dijual, melainkan hanya diekspor sementara dan akan kembali ke Meksiko pada tahun 2028. |
| Banco Santander | Menjamin bahwa kesepakatan ini tidak berarti akuisisi permanen, dan karya akan dikembalikan di akhir periode ekspor sementara. |
| Bocoran Kontrak (Dikutip The Guardian) | Ekspor "sementara" berlaku hingga 30 September 2030, namun mencantumkan klausul bahwa kontrak dapat diperpanjang melalui kesepakatan bersama. |
Hingga saat ini, para tokoh budaya Meksiko masih bersikap skeptis. Mereka menganggap celah klausul perpanjangan dalam dokumen kontrak sangat ambigu dan terlalu menguntungkan pihak bank Spanyol, yang dapat mengancam identitas dan warisan sejarah Meksiko di masa depan.



