Kejutan di Divisi Championship: Roy Hodgson Turun Gunung Latih Bristol City di Usia 78 Tahun
Baca dalam 60 detik
- Turun Gunung: Manajer veteran Roy Hodgson yang kini berusia 78 tahun kembali dari masa pensiunnya untuk melatih klub Championship Bristol City sebagai pelatih interim hingga akhir musim.
- Krisis Klub: Hodgson masuk menggantikan Gerhard Struber yang dipecat karena performa buruk tim yang gagal menang di enam pertandingan terakhir dan terpuruk di papan bawah klasemen.
- Misi Pembenahan: Selain menargetkan kemenangan di sisa musim kehadiran Hodgson diharapkan mampu mengembalikan standar dan mentalitas tim sebelum pelatih permanen baru ditunjuk.

Gairah sepak bola tampaknya tidak pernah benar-benar padam dari dalam diri Roy Hodgson. Di usianya yang kini menginjak 78 tahun, mantan manajer Timnas Inggris ini membuat langkah mengejutkan dengan kembali ke dunia manajerial sebagai pelatih kepala interim klub divisi Championship, Bristol City.
Hodgson masuk untuk mengambil alih kendali kemudi di Ashton Gate hingga akhir musim menyusul pemecatan manajer asal Austria, Gerhard Struber, dan asistennya Bernd Eibler. Keputusan radikal ini diambil manajemen klub setelah Bristol City terpuruk di peringkat 16 klasemen sementara dan gagal meraih kemenangan dalam enam pertandingan terakhir mereka, termasuk kekalahan memalukan dari tim kasta ketiga, Port Vale, di ajang FA Cup.
- Masa Bakti: Hodgson dikontrak secara jangka pendek (interim) hingga akhir musim kompetisi saat ini.
- Reuni Masa Lalu: Ini bukan kali pertama ia melatih The Robins. Hodgson pernah menangani Bristol City secara singkat selama empat bulan pada tahun 1982.
- Akhir Masa Hiatus: Pekerjaan terakhir Hodgson adalah menangani Crystal Palace yang ia tinggalkan pada Februari 2024 lalu.
- Tonggak Sejarah: Penunjukan ini menandai hampir 50 tahun karier manajerialnya yang dimulai pada tahun 1976 bersama klub Swedia, Halmstad.
Bagi CEO Bristol City, Charlie Boss, kehadiran Hodgson bukan sekadar solusi instan untuk tujuh pertandingan tersisa. Berbekal pengalaman segudang melatih klub-klub top seperti Inter Milan, Liverpool, hingga tim nasional Inggris, Hodgson diharapkan dapat menjadi sosok figur bapak yang mampu menata ulang standar, mentalitas, dan nilai-nilai fundamental klub yang sempat hilang.
| Faktor Transisi Manajerial | Keterangan |
|---|---|
| Manajer Keluar | Gerhard Struber (Diberhentikan akibat rentetan hasil buruk) |
| Posisi Klasemen Saat Ini | Peringkat 16 di EFL Championship |
| Rencana Jangka Panjang Klub | Sedang mencari Direktur Olahraga untuk merekrut manajer permanen yang baru |
Melihat dedikasi seorang pria berusia 78 tahun yang masih bersedia memikul beban stres di pinggir lapangan hijau tentu memberikan perspektif yang menyentuh tentang cinta sejatinya pada olahraga ini. Apakah Anda merasa kehadiran manajer veteran yang sangat pragmatis seperti Hodgson adalah jawaban yang tepat untuk menyelamatkan mentalitas tim di era sepak bola modern yang serba cepat ini?



