Meta di Ujung Tanduk: Dua Juri Tentukan Nasib Mark Zuckerberg Terkait Keamanan Anak dan Adiksi Media Sosial
Baca dalam 60 detik
- Dua dewan juri di Amerika Serikat sedang menentukan nasib hukum perusahaan Meta terkait tuduhan serius mengenai kegagalan platform dalam melindungi anak-anak dari predator seksual dan desain produk yang memicu adiksi.
- Negara bagian New Mexico menuntut ganti rugi hingga miliaran dolar dengan argumen bahwa algoritma Meta sengaja dirancang untuk mengejar keterlibatan pengguna tanpa memprioritaskan fitur keamanan dasar bagi anak di bawah umur.
- Pihak Meta membela diri dengan menyatakan bahwa mereka telah melakukan upaya maksimal untuk keamanan remaja serta berargumen bahwa bukti yang dihadirkan di persidangan tidak mewakili pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Raksasa teknologi Meta tengah menghadapi momen krusial yang bisa mengubah peta hukum industri media sosial selamanya. Dua juri di Amerika Serikat kini tengah mempertimbangkan vonis yang berpotensi merugikan perusahaan hingga miliaran dolar.
Melansir laporan Lauren Feiner dan Adi Robertson pada Selasa (24/3/2026), persidangan pertama berlangsung di New Mexico, di mana Meta dituduh memfasilitasi predator anak melalui algoritma mereka—tuduhan yang dibantah keras oleh perusahaan. Sementara itu, persidangan kedua di Los Angeles fokus pada apakah Meta dan Google harus bertanggung jawab atas desain produk yang menyebabkan adiksi berat pada pengguna muda. Jika terbukti bersalah, Meta terancam denda sipil dan ganti rugi yang diprediksi melampaui angka 2 miliar dolar AS (sekitar 31,5 triliun Rupiah).
Dalam argumen penutupnya, jaksa New Mexico menyajikan bukti dari operasi penyamaran di mana akun umpan balik yang mengaku sebagai anak di bawah umur justru dibanjiri permintaan pertemanan dan obrolan seksual dari orang dewasa. Di sisi lain, pengacara Meta, Kevin Huff, berargumen bahwa perusahaan telah bekerja sangat keras untuk melindungi remaja dan menuduh negara bagian menggunakan bukti yang "dipetik secara pilih-pilih" (cherry-picked) untuk menyudutkan mereka. Meta juga berlindung di balik Pasal 230 (Section 230) yang memberikan perlindungan hukum bagi platform atas konten yang diunggah pihak ketiga.
- Tuduhan Utama: Gagal melindungi anak dari predator dan sengaja merancang fitur adiktif yang merusak mental remaja.
- Potensi Denda: Maksimal 5.000 dolar AS per pengguna remaja di New Mexico, dengan total proyeksi mencapai lebih dari 2 miliar dolar AS.
- Bukti Internal: Jaksa menggunakan testimoni mantan karyawan dan dokumen bocor yang menunjukkan Meta sadar akan bahaya platformnya namun tidak bertindak cukup.
Vonis ini akan menjadi preseden penting bagi masa depan regulasi Big Tech di seluruh dunia. Berikut adalah rincian dua kasus utama yang sedang berjalan:
| Lokasi Sidang | Fokus Gugatan | Target Kerugian |
|---|---|---|
| New Mexico | Fasilitasi predator anak & penyesatan publik soal keamanan. | Denda Sipil Miliaran Dolar |
| Los Angeles | Adiksi produk media sosial pada pengguna muda. | Ganti Rugi Kerusakan Mental |



