Setelah Verifikasi Usia, Giliran Layanan VPN yang Kini Dibidik oleh Regulator Global
Baca dalam 60 detik
- Regulator di berbagai negara (AS, Inggris, Australia, Perancis) kini mengincar layanan VPN karena dianggap menghalangi efektivitas undang-undang verifikasi usia di internet.
- Penggunaan VPN melonjak drastis sebagai respons terhadap kewajiban mengunggah data identitas (KTP/Selfie) untuk mengakses platform media sosial dan konten dewasa.
- Para ahli memperingatkan bahwa membatasi VPN akan merusak keamanan digital secara keseluruhan, terutama bagi kelompok yang membutuhkan perlindungan privasi ekstra, serta menciptakan preseden buruk yang mirip dengan kebijakan sensor di negara otoriter.

Era internet yang anonim terancam berakhir. Para pembuat kebijakan di berbagai belahan dunia kini mulai mengincar Virtual Private Networks (VPN) karena dianggap sebagai celah yang memungkinkan pengguna menghindari aturan verifikasi usia daring (online age verification).
Melansir laporan Emma Roth dari The Verge pada Minggu (22/3/2026), tren penggunaan VPN melonjak tajam di negara-negara yang menerapkan aturan ketat terhadap konten dewasa dan media sosial bagi anak di bawah umur, seperti Inggris, Australia, dan beberapa negara bagian di AS. Karena VPN mampu menyamarkan lokasi geografis pengguna, teknologi ini menjadi alat utama bagi mereka yang ingin mengakses konten yang dibatasi tanpa harus mengunggah identitas diri atau biometrik wajah.
Upaya pembatasan ini memicu kekhawatiran besar dari aktivis privasi seperti Electronic Frontier Foundation (EFF). Mereka berargumen bahwa pelarangan VPN tidak hanya merugikan pengguna yang ingin menjaga privasi dari pengintaian ISP, tetapi juga membahayakan jurnalis, aktivis, dan komunitas rentan yang mengandalkan koneksi terenkripsi demi keamanan. Jika regulasi ini terus didorong, negara-negara demokrasi berisiko masuk ke dalam kategori yang sama dengan rezim otoriter yang melihat teknologi enkripsi sebagai ancaman bagi kontrol pemerintah.
- Motivasi Pemerintah: Memastikan aturan verifikasi usia di situs dewasa dan media sosial (seperti di Australia dan Inggris) tidak dapat ditembus oleh anak-anak menggunakan VPN.
- Risiko Privasi: Pelarangan VPN memaksa pengguna untuk "menelanjangi" data penjelajahan mereka kepada penyedia layanan internet (ISP) dan memperbesar risiko kebocoran data pribadi.
- Tren Global: Perancis, Inggris, dan beberapa negara bagian di AS (seperti Michigan) sedang mempertimbangkan undang-undang yang mewajibkan ISP memblokir atau memfilter lalu lintas dari layanan VPN tertentu.
Sejarah VPN telah berkembang jauh dari sekadar alat bisnis internal di tahun 1990-an menjadi benteng pertahanan privasi pasca-skandal Edward Snowden. Berikut adalah perbandingan kondisi penggunaan VPN dulu dan sekarang:
| Era | Tujuan Utama Penggunaan | Sikap Pemerintah |
|---|---|---|
| 1990-an (Awal) | Koneksi aman antar kantor bisnis (Intranet) | Mendukung pertumbuhan infrastruktur bisnis |
| 2013 (Pasca-Snowden) | Melindungi privasi dari pengawasan massal (NSA) | Mulai mewaspadai teknologi enkripsi |
| 2026 (Sekarang) | Menghindari verifikasi usia & blokir konten | Mendorong pelarangan & filter VPN oleh ISP |



