Menutup Celah "Rencana Cadangan": ATP Tour Resmi Ubah Aturan Video Review Buntut Kontroversi Draper vs Medvedev
Baca dalam 60 detik
- ATP Tour resmi merevisi regulasi peninjauan video (VAR) menyusul insiden kontroversial yang melibatkan Jack Draper dan Daniil Medvedev di perempat final Indian Wells 2026.
- Pemain kini diwajibkan untuk langsung menghentikan permainan secara mutlak pada detik kejadian jika ingin meminta peninjauan wasit atas klaim gangguan (hindrance) dari lawan.
- Peraturan baru ini secara spesifik menutup celah yang memungkinkan pemain memakai peninjauan ulang sebagai "rencana cadangan" (backup plan) setelah pukulannya gagal, sebuah taktik yang sebelumnya dikritik keras oleh sesama pemain pro.

ATP Tour secara resmi mengumumkan perubahan signifikan pada regulasi teknis terkait penggunaan Video Review (VAR) dalam pertandingan tenis profesional. Keputusan tegas ini diambil sebagai respons langsung atas insiden kontroversial yang melibatkan petenis Inggris, Jack Draper, dan unggulan Rusia, Daniil Medvedev, di babak perempat final Indian Wells 2026.
Puncak polemik terjadi pada momen genting di akhir set kedua saat kedudukan imbang 5-5. Dalam sebuah reli berkecepatan tinggi, Draper sempat mengangkat tangannya—gestur yang mengindikasikan keraguan terhadap jatuhnya bola. Namun, karena wasit tidak menghentikan permainan, reli terus berjalan selama beberapa pukulan hingga Medvedev akhirnya melakukan kesalahan sendiri dan bola menyangkut di net.
Menyadari dirinya kehilangan poin krusial, Medvedev segera memprotes wasit Aurelie Torte. Ia meminta Video Review dengan dalih bahwa gerakan tangan Draper sebelumnya telah memecah konsentrasinya (hindrance). Wasit mengabulkan permintaan tersebut dan, setelah melihat tayangan ulang, menganulir pukulan gagal Medvedev serta memberikan poin kepadanya. Keputusan ini sontak memicu kritik tajam dari sesama pemain pro, termasuk Aryna Sabalenka dan Jessica Pegula, yang menilai sistem saat ini cacat.
- Interupsi Wajib: Pemain kini diwajibkan secara mutlak untuk langsung menghentikan permainan pada detik kejadian jika merasa terganggu (hindrance) oleh lawan.
- Penghapusan Klaim Retrospektif: Pemain tidak lagi diizinkan untuk melanjutkan reli dan baru meminta peninjauan wasit setelah mereka gagal mengeksekusi pukulan.
- Fokus Keadilan: Regulasi ini dirancang khusus untuk menutup celah di mana pemain menggunakan VAR sebagai "rencana cadangan" saat membuang poin.
Bagi penggemar tenis yang mengikuti perkembangan teknologi dalam olahraga, insiden ini menunjukkan bagaimana implementasi aturan bisa berdampak masif pada psikologis dan hasil pertandingan. Berikut adalah perbandingan singkat aturan sebelum dan sesudah insiden Indian Wells.
| Aspek Regulasi | Aturan Lama (Sebelum Indian Wells 2026) | Aturan Baru (Pasca Revisi ATP) |
|---|---|---|
| Waktu Protes Hindrance | Terdapat area abu-abu; pemain bisa meminta protes setelah reli selesai atau pukulan gagal. | Wajib menghentikan permainan detik itu juga saat gangguan terjadi. |
| Konsekuensi Keterlambatan | Wasit masih memiliki diskresi untuk meninjau ulang dan mengubah keputusan poin. | Hak untuk meminta Video Review gugur jika pemain terus melanjutkan reli. |
Langkah cepat ATP Tour ini diharapkan dapat mengembalikan integritas sistem peninjauan video dan meminimalisir drama serupa di masa depan. Teknologi VAR hadir untuk memastikan akurasi, bukan memberikan keunggulan taktis yang tidak adil bagi para petenis di lapangan.



