Pasar kripto sekali lagi diingatkan bahwa mereka tidak bergerak dalam vakum. Laporan dari Bitcoin Ethereum News memperjelas bahwa "gravitasi" data ekonomi Amerika Serikat tetap menjadi pengendali utama harga Bitcoin saat ini.
Secara analitis, tertahannya Bitcoin di angka $70.000 menunjukkan adanya keseimbangan antara tekanan jual dari spekulan jangka pendek dan akumulasi dari pemegang jangka panjang (HODLers). Data tenaga kerja yang kuat adalah "pedang bermata dua": ia menjauhkan resesi, tetapi juga menjauhkan pemangkasan suku bunga yang biasanya menjadi bahan bakar utama bagi reli aset berisiko. Di tahun 2026, korelasi Bitcoin dengan pasar ekuitas AS tetap sangat tinggi, membuat aset ini berperan lebih sebagai indikator likuiditas global daripada sekadar aset lindung nilai terhadap inflasi.
β’ Ekonomi AS: Tenaga Kerja Kuat (NFP di atas ekspektasi).
β’ Kebijakan: The Fed kemungkinan besar mempertahankan Suku Bunga Tinggi.
β’ Teknis: Resistensi kuat di level psikologis $70.000.
Langkah selanjutnya bagi investor adalah memantau data inflasi. Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda pendinginan meskipun tenaga kerja kuat, kita mungkin akan melihat Bitcoin akhirnya mematahkan level $70.000 dan mencari titik tertinggi baru. Namun, untuk saat ini, kesabaran adalah kunci. Pasar sedang berada dalam fase akumulasi yang melelahkan bagi mereka yang mencari keuntungan instan.




