Akhirnya Datang Juga: Google Siap Rilis Browser Chrome Native untuk Perangkat Linux ARM64
Baca dalam 60 detik
- Google mengumumkan akan meluncurkan peramban Chrome versi khusus untuk sistem operasi Linux berarsitektur ARM64 pada kuartal kedua tahun 2026.
- Versi ini memungkinkan pengguna Linux menikmati ekosistem penuh Google secara langsung termasuk sinkronisasi ekstensi hingga keamanan anti serangan siber berbasis kecerdasan buatan.
- Peluncuran ini juga dibarengi dengan kemitraan bersama NVIDIA agar peramban Chrome lebih mudah diinstal pada perangkat superkomputer cerdas terbaru mereka.

Kabar manis akhirnya mampir untuk para penggiat teknologi dan pengguna setia Linux. Mengutip laporan dari BetaNews per 13 Maret 2026, Google secara resmi mengumumkan rencananya untuk merilis peramban Chrome versi asli (native) yang ditujukan khusus untuk perangkat Linux dengan arsitektur ARM64. Meski tanggal pastinya belum diketuk palu, peluncuran ini ditargetkan meluncur pada kuartal kedua tahun ini.
Ekspansi ini sebenarnya merupakan langkah penyempurnaan dari Google. Sebelumnya, mereka sudah sukses melakukan transisi peramban ini ke perangkat macOS berbasis ARM pada tahun 2020, disusul oleh Windows ARM pada 2024. Dengan hadirnya versi Linux ARM64, pengguna tidak perlu lagi repot-repot mengandalkan proyek sumber terbuka Chromium yang minim fitur bawaan jika mereka ingin menikmati kenyamanan penuh dari ekosistem Google.
Peluncuran versi terbaru ini menjanjikan kelengkapan fitur yang setara dengan platform lain, di antaranya:
- Sinkronisasi Penuh: Mulai dari riwayat pencarian, markah buku (bookmark), hingga tab yang sedang terbuka dapat tersinkronisasi mulus lintas perangkat tanpa bantuan alat tambahan.
- Keamanan Bertenaga AI: Fitur pelindungan tingkat lanjut akan aktif, memadukan kecerdasan buatan dan basis data ancaman Google untuk menangkal serangan phishing dan perangkat lunak jahat secara seketika.
- Optimalisasi Hardware NVIDIA: Google juga bermitra dengan NVIDIA untuk mempermudah instalasi Chrome di DGX Spark, perangkat superkomputer AI ringkas berarsitektur Grace Blackwell.
Bagi komunitas Linux dan pengembang di ekosistem ARM, langkah ini jelas menjadi sebuah pencapaian yang sangat dinanti. Para pengembang dan pengguna kelas berat (power-users) kini bisa mencicipi performa komputasi tinggi ARM yang dikawinkan dengan kelancaran layanan Google—seperti Google Pay dan pengelola kata sandi bawaan—tanpa harus mengorbankan stabilitas sistem operasi favorit mereka.
"Ekspansi ini bukan sekadar soal merilis peramban, melainkan bagaimana menyatukan komunitas sumber terbuka dengan kenyamanan fungsionalitas absolut dari ekosistem digital yang matang."



