Stabilitas Bitcoin kembali diuji oleh aksi jual serentak dari berbagai kelas investor. Laporan dari BitcoinEthereumNews mengungkapkan bahwa meskipun data menunjukkan aliran keluar dari dompet ritel maupun institusi besar, harga BTC tetap bertahan di zona hijau. Fenomena ini menandakan adanya mekanisme penyerapan pasar yang sangat efisien.
Secara analitis, situasi ini mencerminkan transisi kepemilikan. Saat pemegang lama (Long-Term Holders) atau ritel yang cemas mulai menjual, likuiditas tersebut segera diserap oleh pembeli institusional yang menggunakan strategi algorithmic trading untuk mengisi posisi mereka tanpa memicu lonjakan harga yang ekstrem. Ini menciptakan apa yang disebut para ahli sebagai "lantai harga yang kokoh".
β’ Tekanan Jual: Tinggi (Berasal dari Whales & Retail).
β’ Status Harga: Resilient (Bertahan di level dukungan krusial).
β’ Pemicu Utama: Rebalancing portofolio dan realisasi profit.
Bagi para pengamat pasar, ketahanan ini merupakan indikator bullish jangka panjang. Jika Bitcoin mampu mempertahankan level harganya saat ini meskipun dibombardir oleh aksi jual, maka potensi kenaikan saat tekanan jual mereda akan jauh lebih eksplosif. Fokus investor saat ini tertuju pada data aliran masuk (inflow) ETF mingguan untuk melihat sejauh mana kekuatan penyerapan ini akan berlanjut.




