Langkah Keamanan Baru: WhatsApp Hadirkan Akun yang Dikelola Orang Tua untuk Anak di Bawah 13 Tahun
Baca dalam 60 detik
- WhatsApp luncurkan akun khusus anak di bawah 13 tahun dengan pengawasan orang tua (Maret 2026).
- Orang tua memegang kendali atas persetujuan kontak dan pengaturan waktu penggunaan.
- Tetap menggunakan enkripsi end-to-end namun dengan fitur penyaringan konten otomatis.

Meta mengambil langkah progresif dalam memperluas jangkauan platform komunikasinya ke audiens yang lebih muda dengan pengawasan ketat. Berdasarkan laporan dari BetaNews per Maret 2026, WhatsApp secara resmi meluncurkan fitur akun yang dikelola orang tua bagi anak-anak di bawah usia 13 tahun. Langkah gahar ini dirancang untuk memberikan ruang komunikasi yang aman bagi anak-anak sembari memberikan kendali penuh kepada orang tua atas interaksi digital mereka.
Melalui fitur ini, orang tua dapat memantau dengan siapa anak mereka berkomunikasi, mengatur pengaturan privasi, dan memberikan persetujuan untuk kontak baru. Di tahun 2026, di mana keamanan daring bagi anak menjadi prioritas global, WhatsApp memastikan bahwa akun-akun ini tetap terlindungi dengan enkripsi end-to-end, namun dengan lapisan transparansi tambahan yang memungkinkan wali dewasa untuk mengintervensi jika diperlukan guna mencegah risiko perundungan atau kontak yang tidak diinginkan.
Berikut adalah poin-poin krusial dari mekanisme akun baru untuk anak-anak tersebut:
- Persetujuan Kontak: Anak-anak tidak dapat menambahkan atau menerima pesan dari kontak baru tanpa izin eksplisit dari akun orang tua yang terhubung.
- Dashboard Pengawasan: Orang tua mendapatkan akses ke panel kontrol khusus untuk melihat durasi penggunaan dan frekuensi interaksi tanpa melanggar privasi isi pesan secara langsung.
- Pembatasan Konten: Fitur ini secara otomatis mengaktifkan penyaringan pesan yang mengandung kata-kata kasar atau konten media yang tidak pantas.
- Manajemen Waktu: Orang tua dapat mengatur "jam istirahat" di mana aplikasi tidak dapat mengirim atau menerima notifikasi pada waktu-waktu tertentu.
Peluncuran ini dipandang sebagai upaya Meta untuk merespons tuntutan regulator internasional mengenai perlindungan anak di bawah umur di platform media sosial. Para ahli psikologi anak menilai bahwa memberikan akses yang terkontrol dapat membantu literasi digital sejak dini, namun tetap membutuhkan edukasi pendampingan yang intensif dari orang tua. Dengan sistem yang gahar ini, WhatsApp berupaya menciptakan ekosistem komunikasi keluarga yang lebih terintegrasi dan aman bagi seluruh generasi di era digital tahun 2026.
"Keamanan digital bukan tentang melarang akses, tetapi tentang membangun jembatan pengawasan yang memberikan perlindungan tanpa menghambat koneksi."



