Whitehall Cari Pemrogram C++ Tunggal untuk Menjaga Model Prediksi Penumpang Bandara Tetap "Terbang"
Baca dalam 60 detik
- DfT Inggris buka tender £100rb untuk pemrogram C++ selama 3 tahun (Maret 2026).
- Tugas utamanya memelihara sistem NAPAM yang memprediksi alokasi penumpang bandara.
- Sistem menggunakan 10.000 baris kode C++ .NET yang terintegrasi dengan data Excel.

Pemerintah Inggris tengah mencari ahli kode yang mampu menangani sistem warisan (legacy system) yang krusial bagi infrastruktur penerbangan nasional. Berdasarkan laporan dari The Register per Kamis (12/3/2026), Departemen Transportasi (DfT) Inggris membuka tender senilai £100.000 (sekitar Rp2 miliar) untuk mencari seorang pemrogram C++ tunggal guna mengelola modul dari model penggunaan bandara nasional.
Modul yang dimaksud adalah bagian dari National Aviation Passenger Allocation Model (NAPAM), sebuah sistem yang bertugas memprediksi bagaimana para pelancong memilih bandara keberangkatan mereka. Di tahun 2026, di mana efisiensi transportasi udara menjadi prioritas gahar, NAPAM memainkan peran vital dalam mensimulasikan pilihan penumpang di 29 bandara Inggris serta empat hub internasional utama seperti Dubai dan Amsterdam Schiphol.
Berikut adalah spesifikasi teknis dan rincian tender yang diajukan oleh Whitehall:
- Arsitektur Kode: Sistem ini terdiri dari sekitar 10.000 baris kode yang ditulis dalam lingkungan Microsoft .NET C++, dengan Excel sebagai input dan output data.
- Mekanisme Kerja: Melakukan kalkulasi iteratif hingga mencapai nilai target tertentu, seperti kapasitas maksimum penumpang di sebuah bandara.
- Skema Kontrak: Anggaran £100.000 dialokasikan untuk masa kerja tiga tahun mulai 27 April 2026, bersifat non-komitmen tanpa jaminan volume pekerjaan penuh.
- Kolaborasi Ahli: Pemrogram akan bekerja berdampingan dengan ekonom, analis, dan pemodel transportasi untuk memelihara dan mengembangkan model yang sudah ada sejak 2010 ini.
Tantangan ini muncul di tengah tren global di mana banyak institusi pemerintah mulai meninggalkan C++ demi bahasa pemrograman yang lebih aman secara memori (memory-safe). Namun, fakta bahwa NAPAM masih menggunakan basis kode yang telah direvisi berkali-kali sejak 2010 membuktikan bahwa teknologi "tua" yang stabil tetap memegang peranan gahar dalam operasional negara. Bagi pemrogram yang terpilih, tugas ini bukan hanya soal menulis kode, melainkan menjaga akurasi ramalan transportasi udara Inggris tetap akurat di tengah dinamika perjalanan global tahun 2026.
"Dalam dunia birokrasi digital, memelihara model yang sudah teruji sering kali lebih berharga daripada membangun sistem baru yang belum tentu mampu menahan beban data nyata."



