Penegakan hukum siber di Eropa kembali mencatatkan keberhasilan penting dalam melumpuhkan sel-sel aktivisme digital yang agresif. Berdasarkan laporan SecurityWeek dan otoritas Guardia Civil pada 23 Februari 2026, kepolisian Spanyol telah berhasil menangkap empat orang yang diduga sebagai anggota inti kelompok Anonymous Fénix. Kelompok ini menjadi target utama setelah meluncurkan serangkaian serangan siber masif terhadap institusi pemerintah, partai politik, dan infrastruktur publik sebagai bentuk protes politik.
Kronologi dan Target Serangan
Operasi ini dilakukan dalam dua fase strategis. Dua pemimpin kelompok, yang berperan sebagai administrator dan moderator, ditangkap lebih dulu di Alcalá de Henares dan Oviedo pada Mei 2025. Penyelidikan lanjutan terhadap perangkat yang disita memicu penangkapan dua anggota paling aktif lainnya di Ibiza dan Móstoles pada Februari 2026. Secara teknis, kelompok ini spesialis dalam serangan Distributed Denial of Service (DDoS) yang melumpuhkan situs web kementerian dan lembaga publik, terutama setelah bencana badai DANA 2024, di mana mereka secara publik menyalahkan otoritas atas tragedi tersebut.
Anonymous Fénix mulai beroperasi pada April 2023 dengan memanfaatkan platform media sosial seperti X dan Telegram untuk menyebarkan propaganda anti-pemerintah dan merekrut anggota. Otoritas kini telah mengambil alih profil X, akun YouTube, dan membubarkan saluran Telegram kelompok tersebut. Di tahun 2026, tindakan ini dipandang sebagai pesan tegas bagi komunitas peretas bahwa aktivitas yang mengganggu layanan publik atas nama aktivisme tetap akan menghadapi konsekuensi hukum yang berat melalui koordinasi intelijen siber yang kian canggih.
Dampak terhadap Lanskap Hacktivisme
Penangkapan anggota inti Anonymous Fénix menandai pelemahan signifikan bagi salah satu faksi "Anonymous" yang paling vokal di wilayah berbahasa Spanyol. Meskipun struktur Anonymous bersifat desentralisasi, penghancuran sel operasional yang terorganisir seperti Fénix menunjukkan bahwa anonimitas digital tidak lagi menjadi jaminan keamanan bagi pelaku serangan siber. Fokus ke depan kini tertuju pada persidangan para tersangka dan analisis terhadap data intelijen yang didapat guna memetakan koneksi internasional kelompok ini dengan organisasi serupa di Amerika Selatan.




